Jumat, 13 September 2013

Kesempatan Gelap

Dalam keremangan, diam-diam kau menjelma gelap yang menyilaukan mata.


Sedetik saja, baru kemarin aku merindu, keketusan suaramu dan kata-katamu padaku, keacuhanmu akan keberadaanku, dan tatapan yang kau buang selalu. Kali ini, ada kesempatan langka, bertemu kau dalam temaram yang ramai oleh suara-suara semu yang aku kau acuhkan dalam kelindan diam. Aku dan kau sama-sama menyesapi, keheningan yang tak terbantahkan, kata saling sapa yang tak ada sejarahnya kita bersuara, sekejap menatap pun tak pernah. Ibarat kita sama-sama saling tahu, ada yang tak sempat terucap karena memang tak ada. Asap pembakaran mengepul ke udara dibawah seperempat bulan yang ranum, melankoli masa lalu menghinggapi hatiku, sedikit gundah atas keberadaanmu. Lagi-lagi, meski telah berdoa suatu ketika akan ada keberanian dalam kesempatan sempit yang Tuhan sempat berikan, tetap saja, aku mengkaku bisu gagu tak berani bersitegap terhadapmu.

Tapi, diakhir malam itu, ada sedikit saja, ya sedikit saja, keberanian untuk menyapa basa basi rapi, sekelebat saja, diantara deru huru hara kendara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar