Jumat, 15 November 2013

Penyu-penyu

Aneh, tapi mimpi malam ini terasa nyata dan seolah membenarkan semua perasaan yang kupendam dan kututupi dan kutak acuhkan selama ini dan kuingkari padamu.

Kau, seperti biasa, menyebalkan. Seenaknya saja orang bilang kau mencariku dan berkata aku ingin bersamamu dalam sebuah tim kerja yang entah aku tak tahu untuk tugas apa. Dan seperti biasa aku hanya melongo dengan permintaanmu itu sambil bertanya-tanya darimana kau dapatkan sebendel formulir berisi namaku dan (shit) orang itu? Lalu sambil memasang tampang memelas yang tak dapat kutampikkan, aku mengiyakan saja. Sial, aku terjebak dalam semua ini.

Tahu-tahu aku sudah mengobrol denganmu mengenai buku-buku dan temanku itu. Lalu kau mengambil buku-buku yang berisi gambar tanganku dan aku baru sadar bahwa di sana ada secuplik gambar dirimu. Ah, sial, Tuhan menjebakku walau di mimpi sekalian! Lalu aku hanya bisa memalingkan muka dan kau yang terus menggodaku membuatku ingin melemparimu sesuatu.

Tau-tau aku menghindar dengan melihat aquarium di atas meja. Hei, tunggu, sejak kapan aku punya aquarium? Ah, sudahlah, ini mimpi! Lalu aku berniat mengurasnya ketika penyu-penyu itu muncul begitu saja dan kuputuskan untuk melepaskannya di luar jendela. Lalu penyu-penyu itu seolah keluar dari tanah, muncul begitu saja, begitu banyak. Lalu aku bangun tiba-tiba, menyadari bahwa mimpi-mimpi ini hanya membenarkan semua yang aku pikirkan dan rasakan terhadapmu. Sial, aku tak mau mengakui ini semua, tapi aku memang benar. Dan ketika aku membuka kitab ramalan, terhenyak menyadari makna penyu-penyu itu. Akan mendapatkan keberuntungan yang banyak. Akan bertemu seseorang yang cocok, yang akan menjadi jodohmu.



Sial, dalam satu fragmen yang sama aku memimpikanmu dan bertemu penyu-penyu itu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar