Senin, 20 Oktober 2014

Hanya Sebuah Pesan Setelah Sekian Lama

Untuk sahabatku, saudara seperguruan, dan partner in crime saat remaja yang sedang berada di bumi Parahyangan. Ah, mungkin juga kuperuntukkan pada sahabat-sahabatku yang lain. Surat ini telat, karena aku kalah dari peperangan dengan kesibukan yang lain


Mari kita buka surat ini, monologku ini.

Sudah lama sejak aku bertatap muka denganmu. Kapan ya itu? Setahun lalu? Dua tahun lalu? Tapi itu tak penting, mengukur waktu itu tak penting. Bukankah waktu benar-benar telah memekarkan jarak kita saat itu hingga saat ini? Kita semakin jauh. Menjauh. Dan ingatan semakin samar. Saru dengan masa lalu, kenangan yang dahulu. Aku mulai susah mengingat kejahatan apa yang pernah kita lakukan bersama di masa lalu. Ah, bahkan, percakapan kita yang terakhir saja aku sudah lupa, atau kapan, aku sudah lupa. Otakku seenaknya saja mereduksi ingatan-ingatan tak penting yang penting. Daripada berusaha mengingat lagi, kita lebih sering mengenang, berusaha mengenang kepayahan. Kita lebih sering menyalahkan waktu, ketimbang berusaha mencari luang, meluang, padahal ya, bukan itu alasannya. Hanya aku kamu tahu, ada yang tak bisa kembali meski dikenang satu-satu

Mungkin kita hanyalah debu di antara udara, atau mungkin lebih kecil daripada itu. Semesta begitu luas, meluas. Dan kita saling menemukan satu sama lain, lalu berpisah dan dipertemukan kembali, lalu berpisah, lagiTapi waktu sepertihalnya air, dan jarak seperti halnya karet, mulur melar, pada setiap langkah yang kita tempuh. Mungkin kau juga tau, ada yang tak bisa aku sambung, meski jarak begitu jauh. Ada yang tak bisa aku seberangi, meski ada jeda begitu lama.


Maaf, mungkin aku memang kurang berusaha, mungkin aku memang malas berusaha, mungkin memang sudah waktunya kita berubah? Atau memang kita telah berubah. Atau memang aku berubah. Begitu pula kau telah sadar itu. Mungkin.


Tapi, aku pastikan satu hal ini. Akan selalu ada tempatmu untuk kembali kepadaku, meski aku bukan yang dulu, dan kamu juga bukan yang dulu. Kita sama-sama baru. Detik ini. Nanti.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar