Kamis, 20 November 2014

Sama Bersama

Jangan salahkan takdir, ketika pada akhirnya Ia mengirimmu padanya.

Entah kapan, saya baca sebuah teori fisika aneh, yang ada kaitannya denganmu. Teori itu berkaitan dengan proses nuklir saat penciptaanmu. Mungkin kamu dan dia saling tertarik satu sama lain karena saat terbentuknya semesta, atommu dan atomnya berdekatan. Meski ruang dan waktu mengembang mengempis, meski terlah melalui berbagai dimensi, pada akhirnya atom-atommu dan atom-atomnya akan kembali berdekatan.

Sekali lagi, jangan salahkan waktu, jika pada akhirnya Ia mempertemukanmu dengannya. Jangan salahkan jarak, jika pada ujungnya kau dekat (lagi) dengannya.

Kamis, 06 November 2014

Purnama Kelima

Sukra Kliwon


Kita tak akan pernah bisa beranjak. Selalu ada arus yang membawaku kembali kepadamu, ingatan tentangmu. Seperti ombak yang tiada habis-habisnya kembali ke dermaga, seperti matahari terbit tenggelam yang tak pernah berhitung waktu, seperti rembulan yang sabit kembali purnama. Aku tak membenci laut, matahari pun purnama. Hanya saja, kombinasinya mengingatkanku kepada dirimu.

Kemana saja aku selama ini? Rasanya, aku terdiam begitu lama. Apa yang aku lewatkan? Ah, iya, benar, aku mungkin telah melewatkanmu. Iya, betul-betul melewatkanmu. Dan mungkin, pun aku tak ingin kembali pada saat-saat itu di masa depan. Aku, mungkin tak ingin menemuimu lagi, dalam sebuah roman.

Aku, tak ingin bertemu denganmu dalam sebuah cerita roman. Itu saja.