Sabtu, 10 Januari 2015

[ ] *

I

Sekali ini, matahari tergesa-gesa terbit tenggelam
Hari-hari yang dingin, malam-malam yang gigil


II

Pohon-pohon meranggas, orang-orang bergegas
Wewarna hutan dan alon ombak menggapai dermaga
di kejauhan, guruh angkasa dibelah unggas bikinan manusia


III

Momiji yang masih setia, retas perlahan,
diam-diam menunggu salju berguguran


IV

Petang, remang jalanan lengang
Bayang-bayang melintasi aspal yang terang
Ada sedikit percakapan yang bisa kita dengar di sana
Selebihnya, senyap yang pekat


V

Ada yang menanti, kata-kata yang ala kadarnya
diujung hitungan jari yang tersisa



*) Tak kujuduli tulisan ini, karena aku tak tahu bagaimana merangkum semua ini dalam kata-kata yang tepat maknanya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar